Apakah kalau kerja tidak sesuai jurusan kuliah, kita akan sulit cemerlang dalam karir?


Pernah gak sih kalian berpikir kalau jurusan yang kalian ambil selama ini ternyata gak terlalu banyak dibutuhkan dalam industri atau lapangan pekerjaan? Misalnya nih, kalian ambil jurusan yang termasuk ilmu murni atau yang bukan mainstream, contohnya antropologi, arkeologi, biologi, ilmu sejarah, filsafat, seni, dan sebagainya. Eitss, sebelum bahas lebih jauh, perlu dicatat kalau jurusan-jurusan tersebut (yang jadi contoh) bukannya gak laku. Tentu semuanya itu diperlukan dan juga keren-keren. Tapi kalau kita perhatiin lagi, kebutuhan lapangan pekerjaan di Indonesia (khususnya) dan beberapa negara berkembang lainnya memang lebih mengutamakan ilmu yang praktikal dan biasa dipakai sehari-sehari. Contoh, akuntansi, ekonomi, teknik, hukum, komputer, dan sebagainya. Pertanyaannya - mirip seperti di judul -, lantas apa iya kalau nanti memilih karir yang “menyimpang” dari jurusan gak bisa (atau sulit) sukses atau cemerlang dalam pekerjaan kita? 

Sebenarnya, untuk sukses dalam karir itu gak melulu masalah jurusan, atau bahkan memang bukan jurusan. Salah satu hal yang paling penting adalah, bagaimana usaha masing-masing tiap orang. Terus, emang ada contohnya orang yang sukses tapi menyimpang dari jurusannya? banyak! Salah satu contohnya adalah Chairul Tanjung, salah satu orang terkaya di Indonesia yang punya CT Corp, sebuah perusahaan yang membawahi beberapa anak perusahaan seperti Trans Corp, Bank Mega, dan CT Global Resources. Jurusannya waktu S1 di UI adalah Kedokteran Gigi! Contoh yang berikutnya adalah Mark Zuckerberg, Foundernya Facebook yang tentu semua orang udah kenal. Sebelum dia di-DO (drop-out) dari Harvard University, dia kuliah di jurusan Psikologi. Pokoknya masih banyak sejumlah tokoh lainnya yang bisa berhasil meskipun “menyimpang”.

Akan tetapi, perlu dicatat kalau dua contoh tersebut emang bisa sukses karena kreativitas dan usaha mereka yang di atas rata-rata - di lain kesempatan kita akan bahas mereka lebih jauh ya-. Intinya, kita perlu tahu bahwa di jurusan apapun kita sekarang, kita harus banyak belajar dan terus mengasah skills kita. Kita juga harus tahu betul, kemampuan apa saja yang dibutuhkan industri saat ini. Bahkan, yang jurusannya sudah terlihat “menjanjikan” pun harus tetap banyak belajar lagi.  Apalagi, kita sekarang sudah memasuki era digital yang lapangan pekerjaan dan industri semakin beragam.

Perlu diketahui, orang-orang sekarang makin kreatif, banyak jenis-jenis perusahaan yang pada era 2000-an awal mungkin kepikiran pun tidak, misal perusahaan di bidang fintech kaya OVO, Go-Pay, LinkAja , dan lain-lain. Kemudian di bidang e-commerce seperti Bukalapak, Tokopedia, Shopee, OLX, dan lain-lain. Bahkan di Asia Tenggara ada unicorn yang bernama Garena (sekarang berubah nama menjadi SEA). Jadi, untuk kalian para milenial dan generasi z yang memilih jurusan anti mainstream, gak perlu berkecil hati atau khawatir. Jaman sekarang, banyak cara untuk bisa sukses, belajar bisa di manapun dan dari siapapun! Coba deh kalau buka Youtube, kalian mulai subscribe akun-akun yang keren tapi bagus buat belajar. Sosmed lain seperti LinkedIn juga bisa jadi sarana untuk ningkatin skill kamu. Belum lagi website dan aplikasi ponsel edukatif lain yang bejibun jumlahnya. Jaman sekarang, gak ada alasan buat gak bisa belajar, yang penting ada kemauan.
However, never give up and keep fight until you can reach your dreams!


Refrerensi



Belum ada Komentar untuk "Apakah kalau kerja tidak sesuai jurusan kuliah, kita akan sulit cemerlang dalam karir?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel