Virus Korona? Bahaya gak sih? Terus aku harus apa?

Hai guys! Gimana kabarnya? Sehat kan? Lagi batuk gak? 



Image result for coronavirus
(Sebaran virus korona. Sumber gambar: Cdc.gov)
Jadi, akhir-akhir ini kita sedang dihebohkan dengan mewabahnya virus korona atau bahasa kerennya novel corona virus atau 2019-nCoV. Terus, sebenarnya itu apa sih? Adakah hubungannya dengan Novel Baswedan? Haruskah kita khawatir? Apalagi, ada kabar bahwa terdapat kepulangan saudara-saudara kita dari Wuhan ke Indonesia yang saat ini mereka lagi di karantina di Natuna. Yuk kita coba bahas bareng-bareng virus ini supaya kita jadi tau apa yang harus kita lakukan. 

Apa sih virus korona itu? Kok bisa virus itu muncul? 

Jadi, virus korona itu sebenarnya nama dari suatu jenis virus. Bisa dibilang, nama keluarga lah. Kalau mau lengkap, nama panjang dari virus yang lagi heboh ini adalah novel corona virus. Karena keluarga terdiri dari anggota keluarga, anggota dari virus ini juga banyak. Yang cukup terkenal, sebut saja virus influenza. Tapi, yang membedakan novel corona virus ini dengan anggotanya yang lain adalah, virus ini baru saja ditemukan. Semacam anak yang baru lahir di keluarga corona virus ini. Dinamakan novel karena memang virus ini baru ditemukan jadinya nama untuk virus ini masih dicari. Jadi gak ada hubungannya sama Novel Baswedan ya :( 

Virus ini pertama kali muncul di Wuhan, China pada akhir tahun 2019. Menurut berita yang beredar, virus ini berasal dari pasar di Kota Wuhan tersebut yang menjual berbagai macam hewan eksotis seperti ular dan kelelawar. Mungkin kalian juga udah banyak tau ya karena lagi banyak pemberitaan tentang virus ini. Jadi gak usah terlalu dibahas deh asal mula virus ini. Yang perlu dipahami, jika terdapat informasi yang bilang bahwa virus ini merupakan senjata biologis yang dimiliki oleh China yang terlepas, percaya boleh. Tetapi jangan langsung serta merta membenarkan secara publik dan memaksa orang lain untuk pecaya apa yang kalian percayai itu. Karena kalaupun itu benar, terus kenapa? Toh virus ini juga sudah menyebar. Kalau ada yang memaksa, justru malah menambah kegaduhan. 

Terus kenapa sih kok orang-orang pada heboh dan khawatir? Emang bahayanya apa? Apakah kita harus ikut panik dan khawatir? 

Oke. Ini pertanyaan menarik. Apakah kita harus khawatir terhadap virus korona ini? Bahkan ada yang mengatakan bahwa potensi kita terkena TBC lebih besar loh daripada virus ini. Lalu, kenapa instead khawatir dengan virus TBC, kita malah khawatir dengan virus korona? 

Menurut kami, orang bisa khawatir karena tidak mengetahui sebenarnya virus ini tuh apa sih, karena baru kejadian juga kan sehingga data masih terbatas. Akibat ketidaktahuan tersebut, kita jadi lebih sering menerka-nerka tanpa didasari fakta yang jelas. Karena virus tersebut merupakan hal yang buruk (karena sampai menimbulkan korban jiwa dan karantina satu kota), maka mekanisme pertahanan dalam pikiran kita menjadi aktif dan muncullah rasa khawatir itu.

Untuk mengurangi rasa khawatir kita, kita bisa menganalisis kenapa kita khawatir. Langkah pertama, kita bisa menjabarkan hal-hal yang bikin kita heboh dan khawatir. Kalau kami, kami melihat dari hal-hal ini:

Jumlah Korban, pertumbuhannya, tingkat kematian, dan tingkat kesembuhan 

Mungkin akibat hal ini yang membuat rasa khawatir masyarakat meningkat. Dilihat dari jumlah kasusnya, orang yang terinfeksi virus ini mencapai hampir 40.135 manusia dimana mayoritas korban berada di China. Negara lainnya yang mengkonfirmasi mengalami kasus tersebut ada Thailand, Jepang, HongKong (meskipun bagian dari China), Singapura, Taiwan, Malaysia, Rusia, Perancis, Amerika Serikat, Korea Selatan, Jerman, Uni Emirat Arab, Kanada, Britania Raya, Vietnam, Itali, India, Filipina, Nepal, Kamboja, Sri Lanka, Finlandia, Swedia, dan Spanyol. Wow. Banyak ya. Wajar dong kalau bikin khawatir. Bahkan terdapat kasus di Thailand, Taiwan, Jerman, Vietnam, Jepang, Perancis, dan Amerika Serikat dimana orang yang terkena virus korona ini tidak berpergian ke China. Nahloh…… 

Dari banyaknya korban tersebut, sudah 908 orang yang dinyatakan meninggal akibat virus itu. Namun, terdapat juga 3491 orang yang sudah dinyatakan sembuh. Nah, jumlahnya sekarang sudah semakin banyak kan yang sembuh dibandingkan dengan yang meninggal. Saat ini juga korban meninggal paling banyak datang dari China. Untuk kematian di luar negara tersebut, jumlahnya hanya 1 orang yaitu warga negara China yang sedang berada di FIlipina. 


Sebenarnya terkait data-data di atas, masalah validitas data tersebut masih dipertanyakan karena Pemerintah China melakukan cencorship terhadap informasi yang mengakibatkan terdapat spekulasi bahwa pemerintah China menyembunyikan jumlah faktual korban virus tersebut. Tapi kami teringat perkataan Pak Ustadz yang bilang kita gak boleh su’udzon, maka coba kita analisis menggunakan angka yang memang dirilis oleh pemerintah China dan tersedia secara publik.

Apa yang dikatakan media

Untuk mencari informasi lebih lanjut tentang virus ini, kita pasti mendapatkan informasi itu dari media massa yang melakukan liputan dengan mencari data resmi atau sumber terpercaya. Dari pengamatan kami, kami melihat terdapat data-data yang beredar terkait dengan case fatality rate, atau tingkat kematian dari virus ini, dan R0 atau basic reproduction number yang melihat seberapa menularnya virus ini. 



Kalau berdasarkan data di atas, virus korona ini lebih mematikan daripada flu biasa dengan tingkat penularan yang hampir atau bahkan lebih mudah menular daripada flu. Karena tingkat penularan yang tinggi, dan mematikan apabila tidak ditangani, serta vaksin yang belum ditemukan, orang-orang cendrung khawatir terkena virus tersebut. 

Bagaimana dengan Indonesia? 

Indonesia sendiri belum menemukan kasus virus tersebut. Klaim Kementerian Kesehatan sih seperti itu. Tentunya mereka klaim seperti itu didasarkan oleh data-data dan penelitian yang telah mereka lakukan. Namun, terdapat informasi lain terkait dengan virus korona ini di Indonesia. 

Berdasarkan website ini, ini, ini, dan ini, Indonesia harus waspada karena kejadian tidak ditemukannya virus ini dianggap sebuah keajaiban atau kurangnya kemampuan pihak yang berkaitan untuk mendeteksi virus tersebut. Para ahli mengkhawatirkan virus korona tidak terdeteksi di Indonesia berdasarkan analisis mereka mengingat Indonesia adalah negara dengan penduduk terbesar ke 4 di dunia dan hubungan dengan Wuhan yang cukup dekat di bidang pariwisata. Terlebih lagi, negara di sekitar Indonesia sudah melaporkan terdapat kasus di negara mereka. Jika terjadi kejadian luar biasa, dikhawatirkan fasilitas kesehatan akan kesulitan untuk menangani kejadian tersebut karena dibutuhkan sumber daya yang banyak. 

Serem ya. Emang cara virusnya nular gimana? 

Nah. Ini yang paling penting. Untuk dapat menghindari virus tersebut, kita harus tau bagaimana virus tersebut menular. Jadi, cara virus ini bekerja adalah, virus ini harus masuk ke paru-paru manusia supaya virus ini dapat menginfeksi. Virus ini tidak dapat menyebabkan infeksi apabila tidak sampai ke paru-paru karena virus ini mempunyai kunci khusus yang menyebabkan virus ini hanya dapat menginfeksi sel di paru-paru. Karena virus ini tidak dapat bergerak sendiri, maka manusia harus membantu virus tersebut masuk ke paru-paru. Cara membantunya gimana tuh? Bisa dengan berbagai macam cara. Misal, di tangan kamu terdapat cairan atau apapun yang mengandung virus tersebut. Lalu, tangan kamu menyentuh hidung atau mulut kamu. Karena hal tersebut, virus korona di tangan kamu dapat lebih mudah untuk terhirup dan masuk ke dalam paru-paru.

Lalu, orang yang sudah terjangkit virus itu, meskipun belum menunjukkan tanda-tanda atau gejala sakit, mereka juga bisa menyebarkan virus tersebut karena virus itu sudah aktif dan memperbanyak diri. Jadi, cukup sulit untuk mencari tahu orang yang berisiko menyebarkan virus tersebut karena tandanya ada yang tidak terlihat. 

Sebenarnya, bagaimana cara virus ini menyebar masih dalam penelitian. Kabar terbaru dari website chinadaily bilang bahwa virus ini dapat menyebar melalui aerosol atau campuran air dengan udara. Jadi, virus itu bisa masuk sesimpel kamu menghirup udara yang telah bercampur dengan cairan yang mengandung virus ini. So, yeah…. pretty scary right :( 

Terus, kita harus ngapain? 

Pertama-tama, jangan panik. Virus ini nggak akan bikin kalian mati dalam waktu 5 menit kok. Ada tahapan kondisi yang akan kalian lewati saat terjangkit virus ini (amit-amit ya tapi), jadi, nggak usah setakut itu. Tapi jangan sampai rasa tidak takutmu itu membuatmu menurunkan kewaspadaan. Kita semua harus tetap waspada, mencegah agar tidak tertular dan menyebarkan virus itu. Karena kalau udah nyebar, nanti repot :( Tapi kalau kamu takut, tidak apa. Karena itu adalah respon normal dari mekanisme defensif otak kamu. Kan rasa takut itu jadi bikin kita lebih waspada dan melakukan tindakan pencegahan kan? 

Nah, terus gimana cara mencegahnya? Karena virus itu harus dibantu masuk ke sistem pernafasan, jadi kita harus menghindari kegiatan yang dapat membantu virus tersebut. Hindari menyentuh mulut dan hidung apabila tangan kamu dirasa tidak higienis. Lalu, jaga kebersihan tangan dan benda apapun yang berpotensi mendekati saluran pernafasan seperti tangan, baju, makanan, minuman, dan lain sebagainya. Cuci tangan dengan menggunakan sabun. Jika tidak ada, kalian dapat menggunakan hand sanitizer. Kalau sedang sakit dan bersin-bersin, gunakan masker agar cairan yang keluar bersama bersin kamu itu tidak menyebar ke orang lain. 

Selain itu, virus tersebut meskipun belum ditemukan vaksinnya, tubuh kita punya mekanisme sendiri kok untuk melawannya. Mekanisme itu dinamakan sistem kekebalan tubuh yang terdiri dari antibodi untuk melawan benda asing yang masuk ke dalam tubuhmu. Jika kekebalan tubuh kamu baik, kemungkinan kamu terkena penyakit juga akan turun. Jadi, jaga kesehatan dan daya tahan tubuh kamu ya. Rajin makan buah dan sayur, makan sehat dan seimbang. Pola makan juga dijaga. Ya ampun perhatian banget sih :( 

Kesimpulan 

Virus korona ini memang sedang menjadi perbincangan banyak pihak. Media kita sedang diramaikan dengan pemberitaan virus tersebut. Berhati-hatilah terhadap berita yang bersumber dari sumber yang kurang valid seperti perkataan orang, atau pesan berantai yang tidak menyertakan sumber. Kalau takut dan khawatir terhadap virus tersebut, boleh saja asal tidak berlebihan seperti tidak mau keluar rumah dan ingin rebahan saja karena takut tertular virus tersebut. Gunakan rasa takut itu untuk meningkatkan kewaspadaan kita. Terakhir, jaga kesehatan diri kamu sendiri. Pastikan kamu tetap fokus pada kesehatan dan kebersihan tubuhmu ya. Biasakan mencuci tangan setelah beraktivitas. Kemudian, bila ingin bersin, usahakan tidak menggunakan tanganmu untuk menutup mulut dan hidung, tetapi pakai bagian siku lenganmu, dan, gunakanlah masker saat berada di ruang publik untuk menghindari bakteri atau kuman yang bisa saja membawa berbagai penyakit pada tubuh kita. 

Jika kamu memiliki pertanyaan atau mencurigai seseorang terkena virus tersebut, kamu dapat menghubungi nomor hotline Kementerian Kesehatan di:

021-5210411 atau,

0812 12121 3119 


Sumber: 





Wuflu.live untuk memantau jumlah korban









Belum ada Komentar untuk "Virus Korona? Bahaya gak sih? Terus aku harus apa?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel